Subscribe:

Ads 468x60px

Kamis, 30 Januari 2014

Surat Mata Untuk Chelsea


Liga Eropa selalu memberikan kejutan di bursa transfer pemain yang terlibat di dalamnya, beberapa pemain besar dapat dengan mudah pindah dengan limpahan uang yang menjanjikan imbalan lebih baik atas jasanya daripada klub sebelumnya, loyalitas menjadi suatu hal yang sulit (meskipun ada) ditemukan  di dunia sepakbola.

Juan Mata mungkin salah satu pemain yang dianggap tidak memiliki loyalitas pada klub yang membesarkan namanya, namun tidak begitu, menurut situs resmi Chelsea, Juan Mata meninggalkan surat terbuka untuk para fans the Blues setelah melengkapi kepindahannya ke klub rival mereka, Manchester United.

"Hari ini adalah hari yang terpenting dalam hidup saya, dalam karir saya, dan dengan beberapa baris kalimat ini, saya ingin menyampaikan perasaan dan kenangan yang saya dapatkan disini" Tulis Mata.

"Surat ini saya tulis dari lubuk hati saya, dan hal pertama yang ingin saya sampaikan adalah saya tidak akan bisa melupakan seluruh dukungan dan kenangan yang saya dapatkan dari para pendukung Chelsea, sejak pertama saya tiba di klub ini, sampai akhirnya saya meninggalkannya."

"Dengan dukungan dan afeksi kalian, saya berkembang menjadi pemain yang baik di lapangan maupun luar lapangan, saya akan selalu berterimakasih pada kalian, selalu, tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang saya bisa balas untuk seluruh dukungan kalian para fans Chelsea"

"Ada banyak masa indah yang saya alami bersama kalian, Piala FA, piala pertama saya sebagai pemain Chelsea, perasaan bangga ketika memenangkan gelar juara liga untuk pertama kalinya sepanjang sejarah saya, malam di Munichsaat Liga Champion, dan banyak lagi".

"Terima kasih untuk semua hal yang telah kalian lakukan untuk saya dan tim ini (Chelsea), kalian luar biasa"

"Saya harap kalian mengerti keputusan yang saya ambil setelah hal yang telah saya lewati, sangat membingungkan, untuk saya hal ini tidak mudah, sulit, namun saya percaya langkah yang saya ambil adalah langkah yang terbaik untuk saya agar saya bisa tetap memiliki karir dan menikmati permainan ini"

Surat Juan Mata tersebut tidak hanya menunjukkan dia piawai dalam bermain bola, namun juga menunjukkan kemampuan diplomasinya yang luar biasa, menunjukkan kedewasaan dan pola pikir yang baik sebagai pemain bola maupun di luar lapangan.

Keputusan Mata tersebut termasuk keputusan yang logis untuk menyelamatkan karirnya setelah tidak lagi menjadi pilihan utama di skuad Chelsea.

Welcome Juan Mata.

sportsfan.com

7 Jersey Bersejarah Manchester United

1. Kostum Ketiga Manchester United Musim 1992-94 

Newton Heath - 3rd Jersey United 92-94

Newton Heath – nama lama Manchester United – berdiri pada tahun 1878. Saat itu tim asal kota Manchester ini menggunakan jersey dua warna, kuning emas dan hijau. Bukan merah seperti yang menjadi warna utama Manchester United saat ini. Pada perayaan pergantian nama dari Newton Heath menjadi Manchester United pada 1992 lalu, pihak klub memperingatinya dengan desain jersey berlabel Umbro yang mirip dengan jersey yang dikenakan pemain Newton Heath seperti 90 tahun lalu. Peringatan 90 tahun penggunaan nama Manchester United sendiri berlangsung sukses, setelah pasukan Old Trafford berhasil merebut gelar perdana Premiership pada musim 1992-93. 


2. Kostum tandang Manchester United Musim 1993-95 

MU Away Jersey 1993 - 1995

Eric “Le King” Cantona adalah legenda Manchester United. Meskipun hanya bermain di Old Trafford kurang dari 10 tahun. Di dalam kurun waktu yang cukup singkat untuk menjadi seorang legenda tersebut, King Eric benar benar berhasil merebut hati para penghuni Stredford End. 

Adalah Matthew Simmons, seorang penggemar klub asal London yang turut berperan menjadikan jersey yang dikenakan King Eric ini melegenda. “You French b*****d. F*** off back to France, you mother f***er.” Sesaat setelah mendengar umpatan tersebut, King Eric bereaksi dengan melayangkan sebuah tendangan kungfu ala Wong Fei Hung. Hasilnya? King Eric dihukum tidak boleh merumput selama 8 bulan dan jersey away 1993-95 buatan Umbro ini menjelma sebagai “jersey kungfu” di kalangan kolektor dan penggemar Setan Merah. 


3. Kostum Tandang Manchester United Musim 1995/96 

MU Away Kit 1995-96

Jersey ini menjadi jersey yang paling sedikit dikenakan dalam sejarah klub. Bagaimana tidak? Jersey berwarna abu-abuberhasil membuat permainan klub bertabur para bintang muda layaknya pemain tarkam yang lupa bagaimana cara dasar bermain bola! Setidaknya demikian hal yang mungkin ada di pikiran Alex Ferguson saat menghadapi Southampton di Premier League musim 1995-96. Ia memutuskan untuk mengganti jersey itu dengan kostum ketiga yang berwarna biru putih saat timnya sedang istirahat di ruang ganti. 

The Gaffer (sebutan untuk para manajer) berpendapat, warna abu-abu ini membuat penglihatan para pemainnya kabur sehingga kurang bisa mengidentifikasi posisi rekannya yang mengakibatkan strategi yang dijalankan timnya tidak berjalan mulus. Pasukan The Dell secara bergantian menjebol gawang Peter Schemeichel sebanyak tiga kali. Setelah mengenakan jersey yang berbeda pada babak kedua, United bermain layaknya tim juara walaupun gol dari Ryan Giggstidak mampu menyelamatkan timnya dari kekalahan 3-1. Dalam lima pertandingan Manchester United di musim 1995-96 yang mengenakan jersey bermerek Umbro itu, mereka tidak berhasil sekalipun membawa pulang tiga poin


4.Kostum Kandang Manchester United Musim 1998-2000 

MU Home Kit 1998-2000

Mungkin tidak ada momen yang lebih berharga dan membahagiakan seluruh punggawa tim beserta pendukung setianya selain memenangkan tiga kejuaraan besar dalam satu musim alias treble. Musim 1998-99, Manchester United berhasil mengawinkan tiga gelar paling prestisius yang bisa direngkuh oleh klub daratan Britania Raya : Premiership, Piala FA danUEFA Champions LeagueBermaterikan pemain binaan akademi mereka sendiri yang berlabel “Class of ‘92”, Roy Keanecs membuat satu catatan sejarah yang belum mampu disamai oleh klub Inggris manapun hingga kini. Jersey buatan Umbro ini menjadi sangat terkenal dan bersejarah dikarenakan hal tersebut. Dengan desain klasik dan berkelas, maka jersey ini menjadi salah satu kostum yang wajib dimiliki oleh penggemar The Red Devils. 


5. Kostum Eropa Manchester United Musim 1997-99 

MU Kit 1997-1999

Stadion Nou Camp di Barcelona menjadi saksi keberhasilan Manchester United menaklukkan raksasa Bavaria – Bayern “FC Hollywood” Muenchen melalui sebuah partai final yang sangat dramatis pada 26 Mei 1999. Tampil dengan lini tengah yang disebut-sebut timpang karena minus dua jenderal tim kala itu, Roy Keane dan Paul Scholes, Manchester United berhasil membalikkan keadaan usai tertinggal selama hampir 85 menit melalui sepasang gol dari Teddy Sheringham & Ole Gunnar Solskjaer. 

Manchester United mengenakan jersey khusus untuk tampil di kancah eropa pada medio 1997-2000, yang tidak dikenakan sama sekali di kompetisi lain. Jersey yang diproduksi oleh produsen apparel asal Inggris, Umbro itu berhiaskan satu buah bintang di atas logo klub yang bermakna satu kali juara Eropa. Dengan nilai historis yang tinggi tersebut, menyebabkan jersey ini sangat diburu para kolektor jersey Manchester United.


6. Kostum Tandang Ketiga Manchester United Musim 2001/02 

MU 3rd Kit 2001-2002

Musim 2001-02, Manchester United memperingati 100 tahun bergantinya nama dari Newton Heath menjadi Manchester United. Bertepatan dengan hal tersebut maka musim tersebut Manchester United mengenakan jersey yang cukup unik. Hanya ada beberapa jersey yang pernah diproduksi menggunakan sistem “reversible” alias dua sisi yang bisa dibolak-balik. Jersey Manchester United Centenary ini adalah salah satunya. Untuk jersey away menggunakan warna putih dan warna emas untuk kostum ketiganya. 


7. Kostum Ketiga Manchester United Musim 2008/09 

MU 3rd Kit 2008-09

The Busby Babes berhasil menghempaskan perlawanan Benfica di final European Cup (kini UEFA Champions League) yang berlangsung di Wembley pada 29 Mei 1968. 40 tahun setelahnya, pasukan Sir Alex Ferguson kembali berhasil merengkuh gelar ketiga mereka di kancah Liga Champions dengan menaklukkan Chelsea melalui adu penalt di stadion Luzhniki, Moskow, 2008. 

Bertepatan dengan perayaan 40 tahun keberhasilan Manchester United merebut gelar juara Eropa pertamanya, dibuatlah desain jersey mirip dengan yang dipakai Bobby Charlton cs kala itu. Berhiaskan bordir “May 29th 1968 - 40th Anniversary” yang melingkari logo klub di dada serta logo klub lama di bagian dalam leher, serta menggunakan warna biru, jersey ini seakan-akan menghidupkan George Best dkk kembali ke lapangan hijau.

kalian sudah punya yang mana? ada yg berminat ngasih ke mimin? #NyeburSumur


Juan Mata adalah fans Manchester United?




Kepindahan Juan Mata masih menarik menjadi pembicaraan banyak pihak tentang bagaimana kontribusinya kelak untukManchester United. Pemain berusia 25 tahun ini memecahkan rekor pemain termahal United dengan nilai transfer sebesar 37.1 juta pound, dan para fans United tentu menunggu penampilan perdananya ketika "dijadwalkan" tampil membela United menghadapi Cardiff di pertandingan yang akan datang.

Seorang jurnalis asal Kroasia menulis sebuah cerita ringan untuk 24Sata menceritakan ketika dia bertemu Juan Mata di Kroasia pada tahun 2010 dan dalam cerita itu disebutkan bahwa Mata adalah fans Manchester United.

“Para pemain muda spanyol menang 3-0. Ivan Rakitic kehilangan giginya dan setelah pertandingan itu saya mengunjungi ruang ganti untuk berbicara dengan Bojan Krkic dan Juan Mata". 

“Disana sudah ada beberapa jurnalis Spanyol yang sedang melakukan wawancara eksklusif dengan Mata dan Krkic". 

"Pembicaraan saat itu seputar derby yang akan terjadi antara Barcelona dan Valencia yang akan terjadi beberapa hari lagi di Nou Camp". 

“Mata keluar dari ruang ganti, dan salah seorang reporter menemukan kain merah dari tas nya dan memberikan pada Juan yang lalu memasukkan ke dalam kantongnya"

“Saya lihat itu bukan kain, itu jersey Eric Cantona dari Manchester United. Namun untuk lebih meyakinkan saya kemudian menghampiri Juan dan bertanya : Saya lihat Anda baru saja masukkan sebuah jersey ke tas Anda, apakah itu jersey Manchester United?"

Eric Cantona

“Mata tertawa dan menjawab : ‘Ya, ini jersey United. Saya adalah fans mereka, saya harap suatu saat nanti saya akan bermain di Old Trafford.’”


Mimpi yang jadi nyata Juan?


Jadwal bulan February 2014



JADWAL MANCHESTER UNITED DI BULAN FEBRUARI:

[BPL] STOKE CITY v MUFC
  SABTU, 1 FEBRUARI 2014 - KICK OFF 22.00 WIB

[BPL] MUFC v FULHAM
  MINGGU, 9 FEBRUARI 2014 - KICK OFF 23.00 WIB

[BPL] ARSENAL v MUFC
  KAMIS, 13 FEBRUARI 2014 - KICK OFF 02.45 WIB

[BPL] CRYSTAL PALACE v MUFC
  MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 - KICK OFF 00.30 WIB

[UCL] OLYMPIAKOS v MUFC
RABU, 26 FEBR

Sumber : http://dredarmy.blogspot.com/

Mata Menjelaskan Mengapa Dia Tidak Pilih Nomor 7

       Juan Mata Number Manchester United

Juan Mata menyatakan nomor 7 nampaknya bukan nomor pilihannya karena nomor itu akan lebih pantas untuk pemain lain yang lebih hebat dan layak mengenakan nomor keramat di Manchester United tersebut. Pemain berusia 25 tahun ini sebelumnya diprediksi akan mengenakan dan meneruskan tradisi kekeramatan nomor 7 di Manchester United yang belum menemukan penggunanya setelah ditinggalkan oleh Cristiano Ronaldo pada tahun 2009.

“Saya pikir nomor 8 nomor yang baik. Saya tahu 7 adalah ikon untuk klub ini, dan saya bicara pada David (Moyes) bahwa saya inginkan nomor 8 di Klub ini”

Magnificent Seven

Sebenarnya apapun nomor yang dipilih Juan Mata, seluruh tekanan akan tetap sama, Mata tetap dianggap salah satu pemain yang mampu membawa perubahan bagi United, dan berapapun nomor punggung Mata, jika dia bisa menjadi penyelamat United, maka nomor itu akan selalu dikenang pula sebagai Nomor Juan Mata.

Yaah.. siapa tahu Ronaldo kembali musim panas nanti, Nomor itu masih menunggu di Old Trafford. hehehe

Sumber : http://talkingunitedmagz.com/

Flag Counter